LEJITKAN PENJUALAN DENGAN KEKUATAN ANTISIPASI

Peperangan FAKTA VS PERSEPSI
January 30, 2017
KORELASI MEMBERESKAN TEMPAT TIDUR DGN PRODUKTIFITAS KERJA
February 3, 2017

Sebenarnya mana yang kita sebut weekend? Semua orang sepakat pasti Hari Sabtu dan Minggu. Namun dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Neuroscientist menunjukkan, otak kita memunculkan “happy chemichals” tertinggi atau zat-zat kimia yang menimbulkan perasaan bahagia bukan dihari Sabtu atau Minggu.
Melainkan di hari Jumat nya. Jadi inget Thanks God It’s Friday (T.G.I.F) nya Katy Perry. Malah di Hari Minggu otak kita merilis sedikit sekali happy chemicals. Kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Ini yang dinamakan the power of anticipation. Otak kita sifatnya membaca pola (pattern recognition) jadi ia mengenali pola apa yang akan datang berikutnya setelah keadaan yg kita alami saat ini.

Jika posisi kita hari Jumat, maka pola berikutnya adalah kebahagiaan karena hari berikutnya adalah Sabtu dan Minggu. Hari beristirahat, rekreasi, kencan, rehat, relax, nonton bioskop atau apaaa aja yang membuat kita bahagia.

Sedangkan jika posisi kita dihari Minggu bayangan kita adalah rutinitas, pekerjaan, stress, bos dan apa aja yang berhubungan dengan tekanan. Inilah yang membuat orang menjadi lebih bahagia di hari Jumat ketimbang di Minggunya.

Kekuatan antisipasi ini sangat powerful jika diterapkan dalam dunia selling dan marketing. Apakah client or customers melihat kita seperti Hari Jumat atau Hari Minggu. Artinya jika klien melihat kita dan produk kita sudah membayangkan yang baik-baik seperti produk yang berkualitas tinggi, service yang Unbelieveable dan layanan customer care yang ramah, ini sama halnya membangkitkan happy chemicals di otak customers. Jika posisi Anda seperti ini Anda tidak akan kesulitan melakukan penjualan sama sekali. Bahkan mereka tak segan juga bayar harga lebih untuk kualitas produk dan layanan premium Anda.

Sebaliknya, jika klien dan customers sudah mencap kita sebagai the end of happiness, seperti produk dan layanan yang tidak sesuai iklan, layanan purna jual yang buruk, customers yang cuek dan sama sekali tidak ramah.. ini artinya sama saja kita masuk ke jebakan yang kita buat sendiri. Bukannya happy chemicals yang dirilis, malah hormon-hormon pemicu stress yang muncul.
Kalau kasusnya seperti ini, jangankan harga normal, dikasih harga diskon pun tidak akan ada yang beli.

Jadi penting bagi kita mempertahankan pola pada benak customers. Konsistensi antara apa yang kita iklankan dengan value yang benar-benar kita berikan untuk mereka. Runtutan customers experience akan menentukan apakah nanti kita akan masuk ke pola yang mendatangkan kebahagiaan atau yang menimbulkan keresahan dan kepenatan.

Yuk ciptakan Hal – Hal yang menggembirakan di benak konsumen terkait produk kita…

Adriano Giovani
(Excellent Improvement Trainer)
#DariAdri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *